Jumat, Maret 20, 2009

GANE LUAR IN MONTHS

dari ki-ka: Faisal, ucen, tam, mantri sumitro, bidan gayya, mardiana, mantri acim
bawah ki-ka: dr. taufiq, saya, dr. Juri, mantri upi, sandy
-Pulau Widi, 19 Mei 2008-

Ini adalah highlight PTT selama setahun di Puskesmas Gane Luar, kita lihat yuk...

Mei

Blum terbaca, tapi kebanyakan pasien orang tua datang dengan hosa, anak kecil batuk pilek, liat gudang obat....hmmm, salbutamolnya banyak bener..beberapa obat yang kumau belum ada, amprah ah..

Juni

Awal bulan rujuk pasien tetanus dengan focus infeksi di telinga (otitis media) dan luka di kaki, meninggal di bacan setelah dirawat 1 hari. Upi amprah obat untuk terakhir kali dan kemudian pulang kampong (ceritanya) tapi dia tidak pernah kembali teman..

Saran: Saat amprah obat memang sebaiknya kita sudah bikin permintaan, tapi datanglah sendiri ke gudang obat dan window shopping, anda pasti takjub dengan obat yang dimiliki oleh dinkes kita ini..

Cuaca masih panas loh...gerah...tidur di lantai terus..kasur jarang dipakai..

Juli

Angin bertiup dari selatan, ombak besar, pasien banyak berdatangan dengan keluhan batuk pilek, puncak ISPA ada di bulan ini. Kata orang cuaca membaik pertengahan agustus. Rujuk pasien app akut yang jadi kronik saat tiba di bacan..

Saran: Bom aja dari awal jadi yang akut jadi kronik...senjatanya Cuma atu di puskesmas, AMPICILLIN!

Agustus

Cuaca masih jelek, kolam renang di depan puskesmas, hujan dan angin, cuaca memang dingin, tapi pasien berdatangan terus, puncaknya pertengahan agustus ada 5 pasien yang dirawat di puskesmas, r. KIA, r. Periksa, dan laboratorium dipakai semua, Alhamdulillah bisa tertangani, di desa-desa lain juga begitu, ISPA dan diare masih menjadi penyakit rangking 1 dan 2, lucunya penyakit kulit di sawat tetap jadi jawara. Gaimu tetap yang tersehat, mungkin karena jauh kali ya... Akhir agustus rujuk pasien ke bacan, ulkus di kaki, tidak jadi op karena DM, jadi lukanya dibiarkan secondary intention.

Saran: Amprahlah obat 2 kali lebih banyak di bulan ini, karena sungguh pasien datang tidak terkira.

September

Cuaca membaik, cerah, angin utara, puasa, pasien lumayan berkurang, tapi ISPA jalan terus, ya gimana tidak jalan, anak-anak maen di pantai, mandi di pantai, main pasir, di kebon, duh...

Diare juga, open defecation sebenernya bikin sakit kepala kalo tidak dilokalisir, di tempat dimana orang-orang buang hajat, disitulah anak-anak kecil berenang-renang..oh..dunia..akhirnya datang ke puskesmas dengan suksesnya mencret-mencret..

Tidak ada pasien yang dirujuk. Pulang ke bacan buat lebaran.

Oktober

Cuaca masih bagus, angin tenggara, tapi kok ujan angin juga ya..panas...ujan...panas..ujan..terus kalo malam panas lagi seperti bulan mei dan juni..

ISPA lagi-lagi..gara-gara CPNS bidan blum pulang kesini, Mantri Ikhsan istrinya melahirkan, sumitro sudah pulang tapi Diana masih di bacan, akhir oktober mantri jasim pergi ke ternate..dan saya sendiri lagi di puskesmas..oh...

Sirup habis, suspense kering habis, nguleg terusssss...

November

Bulan ini dibuka dengan hujan, o w ow..

Pasien panas 39 derajat dengan wajah pucat dan datang dengan digendong, saya pulangkan dengan diagnosis ISPA dd Malaria, dan dia kembali 2 hari kemudian..Malariakah? She is..

Desember

I’m Back on 14th of dec, Ya Allah..lautnya..mengerikan..angin barat? Setelah 2 bulan tidak pusling kami turun 3 x bulan ini, 2 kali lewat Sawat tapi tidak bisa turun, akhirnya kami bisa turun di Kuwo lewat sungai, itupun setelah lebih dari 15 menit mencoba.dan beberapa orang membantu kami di pinggir pantai.Ombak datang dari laut kurang lebih 20 meter dia sudah naik dan hancur ketika mendekati bibir pantai, karena letak pantai yang curam jadi speed tidak mungkin bisa sandar, hampir dimakan ombak di Gaimu, basah semua, muntah-muntah, kena arus, avicena jalan lelet sekali..perjalanan yang biasa kami tempuh dalam 45 menit, kami tempuh dalam 2 jam, tiba di PKM, jam 9 malm, dan betul-betul gelap sekali malam itu ..

Ibuya bidan meninggal... kami ke OBI dengan STELLA, 2 jam dijalan, hari berikutnya kami pulang ke Gane bupati singgah di ranga-ranga..dan kamipun ke ranga-ranga.

Januari

Madness..!

Dimulai dengan KLB di 2 desa, Kuwo dan ranga-ranga kemudian disusul dengan ditabraknya gane luar oleh stella babang, 1 mesin 40 pk hancur, Nyong sakit tonsillitis..T1-T2b well infus akhirnya..alhamdulillah membaik..BIAS 2008 akhirnya selesai juga bulan ini..

Februari

Masih lanjut dengan KLB, post campak, Pneumonia lumayan banyak..gimana coba..berangkat ke Bacan dengan Stella plus mantri acim, mantri ikhsan, yarbi, nyetir stella juga akhirnya...mesin mati di dowora, lupa bawa kunci!!! Ombak datang..gede banget..!! Brenti di tomara, sampe bacan jam 4 sore..badan sakit semua..oh..belum bikin bahan evaluasi sama sekali, padahal gosipnya besok presentasi..waaaaaaa....akhirnya semaleman ngga tidur buat nyelesein laporan..besoknya liat killing field, 2 puskesmas pertama dibantai dinkesprop, waks..

Jakarta, 20 Maret 2008

2 komentar:

Nia mengatakan...

but u certainly nailed it. u did great. n am proud of u.

situ sufi mengatakan...

kamu yo cocok dadi pengarang to...bagusnyo..betul betul betul..