Sabtu, Desember 06, 2008

JOYRIDE = JOYMUD?

Sejak 3 minggu lalu saya merencanakan perjalanan hari ini. Tujuan akhir saya adalah ternate, rute yang akan saya lewati adalah Gane Luar-Matuting-Saketa-Ternate.

Ai dan zainuddin mengantar saya pagi-pagi sekali dengan menggunakan avicena.

Laut teduh sekali, Gane luar-Matuting ditempuh dalam waktu satu setengah jam, jam 8 WIT saya sampai di Matuting.

Dari Matuting saya melanjutkan perjalanan dengan ojek menuju saketa.

Kenapa ojek? Anda tahu Cinta laura? Artis kita ini naik ojek karena becek, nah ada kemiripan bukan? Saya juga melakukannya...:)

Saat musim hujan, jangan harap bisa menembus jalan ini, No way!

Perjalanan dengan ojek relatif lancar, kami berjalan menembus hutan, jalan yang licin dan sedikit becek tidak terlalu menjadi hambatan.

Saya benar-benar menikmati perjalanan itu..

Sampai kami tiba di depan sebuah kubangan lumpur yang cukup besar...

“ Pa Dok turun dulu, jalan sampai ke muka ya?”

“Iya Pak!”

Nah sekarang perhatikan baik-baik foto disamping, Ojekers sudah sampai di depan...

Saya berjalan menembus kubangan lumpur itu, maksud saya adalah mencari tanah yang kering (disebelah kiri atau kanannya) tapi apa mau dikata yang saya injak adalah lumpur yang amat Lombo (red: lembek)

Plukk...ini suara kaki saya masuk ke lumpur..setinggi lutut..waks...saya memindahkan kaki kiri saya...dan..

Plukkkkk....#*@%!!! Sekarang kedua kaki saya terbenam di lumpur itu..

Saya lihat ke depan, ojekers sedang sibuk membersihkan motornya dari lumpur yang menempel..dia tidak terlalu memperhatikan saya..

Panik..saya berusaha sekuat tenaga mengangkat kaki saya..

.....

TASSS!

Sendal gunung saya yang sebelah kanan putus!! Masih terbenam dengan suksesnya di dalam lumpur..

Tidak mau mengambil resiko, saya melepas kedua sandal saya..dan mengambilnya dengan kedua tangan saya..

...

Bagus...sekarang kedua kaki dan tangan saya penuh lumpur..

For me this trip has become of the most memorable joyride...or should i call it Joymud? :)

PS: Jalan trans-halmahera, Matuting-Saketa, memiliki panjang 28 km, lebar jalan berkisar 0,5 m-2 m, sebagian besar jalan masih tanah, sedikit aspal, rumput dan lumpur. Enam puluh tiga tahun Indonesia Merdeka dan sudah puluhan tahun transportasi menjadi momok bagi masyarakat di maluku utara. Sejak pemekaran pada tahun 2003 pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan telah berusaha untuk membangun infrastruktur dengan tujuan mempermudah perhubungan dan pergerakan masyarakat halmahera selatan, memang perjalanan masih panjang, yang jelas menuju keadaan dan kehidupan yang lebih baik..

-Joyride=joymud?, end of november 2008-

Selasa, Desember 02, 2008

Sahabat Adalah..

Kita...

video

"Untuk Sidiq, Husna & Fitri"

Labuha, 2 Oktober 2008