Sabtu, November 15, 2008

GOOD MORNING MARITUSO!


Udara masih dingin, daun-daun pepohonan masih basah tertutup embun, dari kejauhan tampak gunung besar di Makian yang berdiri dengan gagahnya, Lautan tenang sekali.

Selesai Sahur dengan biskuit dan sholat subuh bersama dr. Juri, saya berjalan sendiri menuju bukit di belakang desa untuk mengejar matahari, yap saya berusaha menangkap terbitnya matahari dengan digicam saya..

Tepat waktu..

Saya menikmati indahnya ciptaan-Nya pagi itu..

Marituso, 27 September 2008

AUGUST'S MADNESS

Literally maknanya, agustus ini memang terasa demikian disini. Satu bulan penuh, cuaca jarang sekali bersahabat, hujan terus menerus, angin, ombak besar, itu semua karena angin selatan bertiup, orang Maluku utara bilang inilah saatnya lautan Halmahera yang menakutkan itu muncul..

Hey..saya dengar kabar, Jakarta panas luar biasa..

Kemarin pagi cuaca cerah sekali tapi angin bertiup kencang, laut penuh, dan ombak-ombak berukuran sedang sampai besar berkejar-kejaran...

Hari ini, hujan besar dari pagi sampai sore membuat air sungai meluap membanjiri muara sungai gane luar dengan membawa lumpur cokelat dan batang-batang pepohonan berukuran besar yang dengan kekuatan penuh meluluhlantakkan jembatan penyeberangan antara desa gane luar dan puskesmas, air laut berwarna cokelat susu sampai nun jauh disana, pemandangan yang jarang terlihat, muara sungai menganga lebar, lebih lebar dari sebelumnya..

Ngoni pe kebun kecil pasang pagar baru..dasar..haha..

Ina bilang, ini persis seperti tahun lalu, jembatan runtuh sebelum puasa, sepertinya Allah sedang mengingatkan kita...

PS: Dari obrolan dengan Pak Haji Soleman, kami berdua duduk melantai di teras puskesmas, tahun 1952, garis pantai gane luar lebih jauh dari hari ini, 100 meter ke depan..Pohon-pohon kelapa itu entah hingga berapa lama lagi bertahan di depan puskesmas...





Jembatan hanya hancur 7 hari, hari ke-8 dia telah berdiri
lagi..:)
dan saya tidak naik sampan lagi..




WHEN YOU FEEL SO SMALL 2 : CONTEMPLATION

Satu ekstra Antalgin saya suntikkan ke pasien saya ...

“Sakit sekali Pa Dok..”

“ Iya, istirahat dulu saja..”

Di Gaimu saya mampir ke rumah Bu haji minum teh menunggu keadaan laut membaik..


Pukul 17.30, langit disebelah selatan sedikit terang, hujan sudah berhenti, laut masih berombak, kami berangkat lagi.

The word Contemplation comes from the Latin root templum (from Greek temnein: to cut or divide), and means to separate something from its environment, and to enclose it in a sector. Contemplation is the Latin translation of Greek 'theory' (theoria). In a religious sense it is a type of prayer or meditation.

Ombak datang lagi…

Langit masih abu-abu…

Tidak lama sekitar pukul 18.30 saat matahari terbenam,

Tirai langit yang berwarna hitam pekat membentang panjang di hadapan kami…

Siap atau tidak..

Badai datang..

Dan apabila kamu ditimpa bahaya di lautan, niscaya hilang semua yang (biasa) kamu seru, kecuali Dia. Tetapi ketika Dia menyelamatkan kamu ke daratan , kamu berpaling (dari-Nya). Dan manusia memang selalu ingkar (tidak bersyukur)
Al Isra: 67

Benar…

Ditengah Ombak besar, angin yang begitu kencang, dan hujan yang sangat deras, yang saya ingat adalah “Dia” dan segala kesalahan saya…

Pasrah…

Begitu mudah bagi-Nya apabila malam itu perahu kami dihancurkan oleh ombak…

Begitu mudah bagi-Nya apabila malam itu kami semua ditenggelamkan..

Begitu mudah bagi-Nya apabila malam itu laut tidak ditundukkan-Nya..

Dan begitu mudah bagi-Nya untuk menghentikan badai malam itu..

Allah memang sudah menentukan perjalanan hari itu untuk memberikan pelajaran tentang kekuasaan-Nya..

Kami sampai di Gane pukul 20.00 tepat WIT dalam keadaan basah kuyup, bodi batang terisi air, semua bawaan kami basah semua..

Saat menjejakkan kaki di pantai, kaki saya terasa lemas sekali..

“Sesungguhnya aku kecil di hadapan-Mu Ya Allah.. masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang tidak ingkar kepada-Mu..”


dito for When you feel so small 2:
Contemplation

13 Juli 2008