Jumat, Juni 13, 2008

"Ask The Sea & The Sky..."



It's time to go back..

PS: " Starting tommorow, 14th of june, u wont able to reach me by phone, just shout in the box or leave your message on my friendster account, nuradintyo@yahoo.com, i'll give u a reply as soon as i come back to Bacan's Island. When will i come back?
Ask The Sea and the Sky.."

Selasa, Juni 03, 2008

Tourney Story


Tourney adalah sebutan untuk Puskesmas Keliling disini, mau tau ceritanya?

25 Mei 2008

Laut masih tidak bersahabat, kami tidak jadi Pusling hari ini...

Malamnya pergi ke rumah pak camat, ngobrol lama, menarik, dan kami berjanji akan bertemu lagi setelah pak camat pulang dari ternate, minggu depan insyaallah...dan ternyata, Gane = kutu, kata pak camat, karena jaman belanda dulu, penduduknya banyak sekali...:)

26 Mei 2008

Pagi hari melihat lautan...subhanallah, seperti cermin...tenang sekali...

Pak Acim juga bilang, saatnya kita pusling, yippie! Puskesmas buka jam 8 jadi kami pelayanan dulu, baru berangkat, ternyata hari ini pasien cukup banyak, baru sekitar jam 11 kami berangkat..

Tujuan pertama adalah Desa Ranga-Ranga, disana menjemput mantri kami sumitro, tadinya saya pikir langsung turun, ternyata tidak, karena cuaca yang cukup bagus, langsung kami lanjutkan ke desa Kuwo, desa yang cukup sulit didatangi, kata pak acim, ombaknya ganas, seganas apa? Liat aja sendiri kali ya..

Tentang Kuwo, hmmm...banyak banget anjing di dalam dan di luar rumah, higienitas jelek, kerja keras nih..begitu penimbangan dibuka dan pengobatan dibuka, lumayan banyak yang ditimbang, tapi hasilnya kurang menggembirakan, ada yang tidak naik ataupun turun, saat pengobatan pun demikian, banyak sekali penyakit yang timbul karena sanitasi yang kurang baik tersebut..penyakit kulit, ISPA, banyak banget..ada 31 pasien 1 jam kami disana..

Tujuan berikutnya adalah Gaimu, desa terjauh, Desa Sawat kami lewati karena kami pikir Gaimu lebih banyak penduduknya, saya berpikir akan seperti apa ya disana?

Kami bersandar persis ditanjung, tidak seperti Kuwo yang pantainya dari ujung ke ujung polos pasir semua dengan ombak yang dahsyat, pantai gaimu masih banyak karang dan yang unik ada beberapa batang pohon yang tertanam di dekat pantainya, lihat, bagus ya..?

Begitu memasuki desa, saya merasakan perbedaan yang mencolok antara kuwo dengan gaimu, banyak sekali bunga! Desa Bunga..pagarnya rapih...jalanan bersih tertutup pasir pantai, bahkan ada papan pembatas antar dusun..penimbangan ternyata sudah beres, o iya saya berkenalan dengan Ibu Ida kader disitu, yang kelihatan sangat antusias saat kami datang..satu-persatu bayi yang belum ditimbang datang, dah wah...senang sekali melihat mereka, tampak sehat dan gemuk-gemuk..bahkan ada bayi 7 bulan dengan berat 9 kg, dan ibunya bilang ke saya, Pak Dok, minta obat penambah nafsu makan, anak saya tidak mau makan...hehehehe...ibu...ibu...anaknya aja udah segitu gembilnya masak mau jadi bola...

Saat pengobatan pun pasien datang dengan penyakit yang saya bilang masih normal dengan keadaan cuaca sekarang, beberapa orang datang dengan konjungtivitis bakterialis, 20 pasien total jenderal pasien di gaimu..tidak terasa saat itu sudah menunjukkan pukul 5, saya bersama upi dan sumitro pergi ke mushola, yang tidak kalah indahnya..banyak sekali bunga...bunga dan bunga...

Selesai sholat ternyata makanan sudah disiapkan di Rumah Ompala (kepala desa), pas banget...kita memang blum makan dari tadi, dan sedang lapar-laparnya..

Begitu melihat menunya...alhmdulillah, ikan cakalang dengan mie rebus, dan hey! Ada timun dan tomat! Waaaaaaaaa.....barang langka..setelah makan dan mengobrol dengan Istri ompala, tau ngga dia darimana, dari Madiun...haha..pantesan ada sayur..

Slurrppp! Cakalang Gorengnya top banget! Kenyang kita..

Pukul 6 kami buru-buru berangkat pulang karena sebentar lagi matahari tenggelam, apabila malam kita akan kesulitan untuk melihat laut dan ombaknya juga semakin ganas...

Lumayan sakit pantat saya..kami sampai di puskesmas pukul 7. Masih sisa 2 desa lagi Ranga-ranga dan sawat, insyaallah besok ya..

Gane Luar: First Impression

dr.dito

Kamis, 22 Mei 2008, 17.10

Tiga hari sudah saya berada di Gane Luar, sebuah daerah dengan keindahan luar biasa..

Puskesmas Gane Luar terletak di pinggir pantai, sejauh mata memandang lautan, dengan halamannya dipenuhi pohon kelapa, di depannya terdapat dermaga yang sedang dibangun dan horizon langit terbentang di depan mata..

Bukan mimpi lagi, setahun yang lalu saat rotasi IKM di Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, ketika ditanya satu persatu apa yang dilakukan setelah lulus dokter, maka saya katakan bahwa saya ingin ptt dan bayangan saya waktu itu adalah ptt di pinggir pantai…itu mimpi saya..

Tanggal 19 Mei 2008, tanggal yang sama dengan tanggal dr. Sidiq, kepala puskesmas sebelum saya, pergi meninggalkan pulau bacan setaun yang lalu, saya diberangkatkan bersama 2 rekan saya, dr. Aji dan dr. Nani, ditemani oleh dr. Juri dan 2 motoris, berangkat dari Pelabuhan Babang menggunakan speed stella milik puskesmas Babang, pagi hari itu saya berangkat pagi-pagi sekali sekitar pukul 04.30 dari Mess dokter di Amasing Kota karena harus menjemput dr. Husna dan dr. Fitri yang baru saja datang dari Ternate. Singgah sebentar di Puskesmas Babang untuk mengeluarkan barang, berganti kendaraan, dan sholat subuh. Setelah itu menuju pelabuhan..

Dr. Nia. Dr. Dian dan dr. Endang mengantar keberangkatan kami, perjalanan dari Babang ke Gane dalam, daerah awal tujuan kami tidak begitu lama, sekitar 2 jam, kami sampai di Gane Dalam, daerah tempat dr. Nani bertugas, setelah menurunkan barang dan berkeliling desa sebentar, melihat puskesmas, kemudian kembali ke speed untuk berangkat ke Gane Luar, perjalanan cukup lama memang, sekitar pukul 16.00 kami sampai di Gane Luar, terlihat dari kejauhan Puskesmas Gane luar yang diapit 2 rumah, dokter dan paramedis yang berdiri kokoh di pinggir pantai, sudah banyak masyarakat di pinggir pantai menyambut kedatangan kami, rasa hangat menyeruak di hati saya ketika menginjakkan kaki pertama kali di tempat ini…

Bismillah..