Rabu, April 30, 2008

Im Wondering..

Seberapa besar sih Ikan pemilik sisik yang lagi dijemur ini?

Ok buat perbandingan aja, pada hari yang sama, Oom Udin berhasil memancing ikan yang besarnya bisa diliat di poto dibawah ini..

Tapi sumpah! Ini bukan ikan yang sama dengan sisik ikan yang dijemur dipoto atas.

Disini Laut menjadi tempat hidup, tempat bermain, dan tempat mencari nafkah tentunya, seperti halnya Oom Udin yang hobinya mancing malam-malam.

Setiap perahu yang merapat ke dermaga, pasti langsung diserbu ibu-ibu yang ingin membeli ikan-ikan tersebut, dan dijamin murah meriah, ikan sebesar poto diatas ga akan nyampe 20 ribu..10 ribu juga bisa...kalo mereka dapet banyak..diobral deh 5 ribu...

Untuk hari itu, saya tidak membayar ikan tersebut, ikan hasil tangkapan Oom Udin kita santap rame-rame, sepertiganya digoreng, sepertiganya dibikin sup, sepertiganya digulai..

Slurrrrppp!

Memang nikmat.. rejeki dari Yang Maha Kuasa luar biasa, sudah sewajarnya kita merawat alam & menjaga pemberian-Nya ya...
Subhanallah..

"Belang-Belang, 21 April 2008"

Here I Am! (Part 2)

Di Ternate kami tidak bermalam, hanya sekedar melepas lelah dan kemudian melanjutkan perjalanan menuju Pulau Bacan dengan menggunakan kapal malam yang berangkat dari Pelabuhan Bastiong, Ternate Pukul 21.00 WIT.
Bacan (formerly Bachan, Bachian or Batchian, Dutch: Batjan) is an island in Indonesia. It is one of the Molucca Islands, and is separated from the southwestern peninsula of Halmahera (also called Jilolo or Gilolo) by the Patinti Strait. To the north are the islands of Kayoa, Makian, Ternate, and Tidore. It is located at 0°13'- 0°55' S. and 127°22'- 128° E.
Pukul 20.00 WIT kami berangkat dari Mess menggunakan Angkot yang di-charter oleh Kang Krishna.

Di dalam angkot kami baru sadar, ternyata barang yang kami bawa banyakkkk sekali...sepertinya penumpang angkot yang sesungguhnya adalah barang-barang kami, sedangkan kami sebaliknya hanyalah bawaannya.. :)

Sesampainya di Bastiong, angkot kami langsung diserbu para Porter yang berebut untuk membawa barang-barang kami, untungnya (lagi-lagi) ada Kang Krishna (Terimakasihhhh!) yang dengan sigap menawar harga dengan mantap, " Dua ratus ribu Sudah! Dua ratus ribu Sudah! ( nada yang sedikit tinggi) dengan logat maluku yang kental.. membereskan masalah barang bawaaan kami ke atas kapal.

Perjalanan di atas kapal menuju Pulau Bacan memakan waktu 8 jam, sama dengan jarak Bandung-Jogjakarta dengan menggunakan transportasi darat.

Malam itu kapal "Titian Samudera" yang kami tumpangi sarat dengan penumpang, sekeliling kami benar-benar gelap gulita, udara terasa panas, karena posisi kami berada tepat diatas ruang mesin.

Kami beristirahat diatas dipan, duduk dengan kaki diselonjorkan dan dengan kepala sedikit menunduk, karena jarak langit-langit yang sangat dekat dengan kepala, memang sedikit tidak nyaman, tetapi sepertinya saya sudah terlalu capai dengan perjalanan hari ini, sehingga saya tetap tertidur dengan lelap..

Menjelang subuh, angin laut bertiup pelan, mendinginkan udara disekitar kami..

Segar sekali...

Sekitar pukul 05.00 WIT, Kapal kami merapat di Pelabuhan Babang, Pulau Bacan, dari kejauhan terlihat 2 buah Ambulance sudah menunggu kami.

Kami Sampai!

"Kang Yudi, Kang Krishna, Kang Bachtiar, semoga Allah SWT membalas segala kebaikan, amien! :)"

Sabtu, April 12, 2008

Here I Am! (Part 1)


Alhamdulillah...
Setelah melalui perjalanan yang cukup melelahkan akhirnya sampai juga di Pulau Bacan, Kota Labuha, Halmahera Selatan Pukul 05.00 WIT tgl 6 April 2008..

Jauh...iya...banget..
Baru sadar begitu liat peta kalo Halmahera tuh dah diujung Indonesia, kata temen-temen kalo hanyut bentar lagi juga nyampe ke philipin, ato malah nyangsang di Papua..

Ngga Percaya? Liat aja peta Indonesia..

Saya berangkat jam 05.00 WIB dari Soekarno-Hatta, bersama teman-teman seperjuangan saya, Ami, Rahfi, Dian, Nia, dan Elsa, check in mulus kita lalui, cuma Excess Baggage yang agak mengganjal, karena si mas di kounter check in-nya bilang.." Tiga Kg ya mas? Kalo L***setiap kelebihannya 35 ribu, ya 100 ribu AJA deh.."

Duh...dengan hati was-was, tepat pukul 05.30 kita terbang menuju Manado..
Tiga jam diatas pesawat ternyata memang cukup menyiksa, kenapa oh kenapa? Saya duduk di tengah di mana jendela emergency exit berada, jadi kursi yang ada benar-benar tegak tidak bisa diturunkan, bisa anda bayangkan duduk dalam posisi sempurna selama 3 jam...badan saya kaku semua begitu sampai di Bandara Sam Ratulangi Manado..

Fiuhhh...
Sesampainya di manado, awalnya kita ditawari untuk segera menaiki pesawat pada pukul 10.40, tapi karena seat yg tersisa hanya sedikit sementara kita berenam maka kita memilih untuk berangkat dengan flight selanjutnya..

Selanjutnya...benar...kalo ada! Itu yang tidak mereka jelaskan di awal, ternyata penerbangan ke ternate cukup sulit, ibarat travel 4848 dulu kalo penumpang tidak ada mereka tidak berangkat..

Satu jam berlalu..Dua jam berlalu...
Kami menunggu dari dari jam 10 pagi sampai pukul 3 sore, sampai kami mendapat kepastian untuk berangkat ke ternate dengan maskapai penerbangan lain, yang alhamdulillah kursinya lebih baik dari penerbangan yang pertama, jadi selama 45 menit penerbangan saya bisa tertidur pulas di pesawat...

Sesampainya di Bandara Sultan Baabulah, Kang Yudi dan Kang Krisna senior kami sudah menjemput kami dengan charteran angkot dari ternate..
tapi oh no...oh yes..bagasi kami ternyata TERTINGGAL di manado dikarenakan perpindahan pesawat tadi menyebabkan excess baggage (lagi-lagi) di pesawat tersebut sehingga disertakan pada flight berikutnya...

Setelah ngobrol sebentar, Kang Krisna yang baik hati tinggal di bandara menunggu bagasi kami...duh..maaf merepotkan ya Kang... dan kami pun meluncur ke Ternate... (bersambung)