Rabu, Februari 13, 2008

Belajar dari SICKO

Saya tidak terlalu sering menonton film dokumenter kalau menurut saya tidak terlalu menarik, terakhir kali saya menonton An Inconvenient Truth-nya Al Gore bulan november 2007, bulan yang sama saat saya mengambil film ini dari rak film Vertex, Sebuah toko DVD yang cukup ramai di Bandung, waktu itu saya tertarik untuk mengambilnya semata-mata karena melihat director-nya adalah Michael Moore, ini adalah film keduanya yang saya tonton setelah Fahrenheit 9/11.

Tiga bulan lamanya saya membiarkan film ini di tumpukan film-film yang lain begitu saja.. memang saya terbiasa untuk membeli beberapa film sekaligus dan menontonnya di kala saya sedang suntuk & membutuhkan hiburan. Begitu juga dengan hari ini, saya akhirnya memutuskan untuk menonton Sicko..

5 menit, 10 menit berlalu..40 menit..

PLAK!! Satu tamparan lagi...

Oh! Ternyata negara sebesar Amerika Serikat, sistem kesehatannya tidak lebih bagus dari negara kita (maaf)..baru sadar saya..

Di film ini Moore bercerita secara runtut tentang sistem kesehatan di Amerika Serikat yang tidak berhasil menyediakan pelayanan kesehatan secara baik dan gratis bagi warga negara mereka sendiri.

Sebagai pembuka ia menceritakan seorang kakek berusia lanjut yang tidak memiliki asuransi kesehatan mengalami kecelakaan kerja sehingga mencederai kedua jari tangannnya, si kakek tidak bisa berbuat banyak ketika dia harus merelakan satu jarinya karena dia hanya sanggup MEMBAYAR biaya operasi untuk satu jarinya..

Miris sekali..

Keadaan juga tidak lebih baik untuk orang-orang yang memiliki asuransi kesehatan, birokrasi yang ribet, keterlambatan pelayanan, dan penolakan klaim dengan alasan tidak masuk akal..

Semata-mata karena uang...

Moore menemukan asal muasal sistem kesehatan yang saat ini berlaku di negaranya, berawal dari dukungan Presiden Nixon untuk suatu organisasi yang bertugas untuk memaintenance kesehatan seluruh warga negara amerika dengan cara mencari keuntungan sebesar-besarnya, dia juga menemukan bahwa Kongres telah ditekan (disuap?) untuk mengorbankan pelayanan kesehatan demi keuntungan perusahaan tertentu..

Sedih memang...

Negara sebesar Amerika Serikat, yang membelanjakan milyaran dollar untuk peralatan perang dan menginvasi irak, tapi tidak mau membelanjakan uangnya demi kesehatan warganya..
"If we can find money to kill people, you can find money to help people"
Tony Benn
Moore kemudian pergi ke Inggris, Prancis, Kanada bahkan Kuba untuk memperlihatkan bahwa di negara-negara tersebut, pelayanan kesehatan benar-benar FREE and yes it is EXIST! bukan cuma dongeng..

Di Inggris anda tidak perlu memikirkan uang saat anda pergi ke Rumah sakit, saat ke apotek mengambil obat, karena hanya orang yang bekerja yang terkena charge itupun tarifnya flat berapapun obat yang anda ambil!
Di Perancis, dokter bisa datang kapanpun anda mau, tinggal angkat telepon, mereka akan mendatangi anda dan memberikan obat di tempat dan semuanya gratis!
Michael Moore: What are your other big expenses?
French Housewife: Er, ze fish...
Di Kanada, anda tidak akan ditanya apakah anda memiliki asuransi atau tidak, pelayanan tetap dilakukan begitu anda sampai di rumah sakit tanpa harus memikirkan berapa uang yang harus anda keluarkan..
Di Kuba negara yang tidak sekaya Amerika Serikat, tapi harapan hidup orang kuba lebih tinggi 3 tahun dari mereka..

Ada pelajaran yang bisa diambil dari film ini, menciptakan pelayanan kesehatan gratis adalah mungkin, sangat mungkin!
Di Indonesia ada Rumah Zakat Indonesia, mereka berhasil memberikan pelayanan ambulan gratis, rumah bersalin gratis untuk kaum dhuafa.

Jika mereka bisa, kenapa pemerintah kita tidak?

Kamis, Februari 07, 2008

Akhirnya Datang Juga..



Setelah sekian lama menunggu, akhirnya datang juga..

Kamis, 31 Januari, 2008 10.30 pagi

Saya sedang melakukan orientasi di RS tempat saya bekerja sekarang, kemudian Hp saya bergetar (silent), dari atid saya tercinta, memberitahu Surat Tanda Registrasi kami dari Konsil Kedokteran Indonesia (KKI), telah selesai. Satu setengah bulan memang bukan waktu yang lama, tapi bagi kami, dokter, terasa lama sekali..
Licensure refers to the granting of a license (in the US and Canada, whilst, elsewhere the term registration is used), usually to work in a particular profession or to obtain a privilege such as to drive a car or truck. Many privileges and professions require a license from the government (generally the state government) in order to ensure that the public will not be harmed by the incompetence of the practitioners. Doctors, nurses, lawyers, psychologists, and public accountants are some examples of professions that require licensure.
Memang pilihan setelah lulus amatlah banyak, anda tidak dituntut untuk mengamalkan ilmu anda, berpraktek layaknya dokter yang lain, ada dokter yang berdagang, berbisnis, ataupun menjadi pekerja administratif, memang halal...
Enam tahun sekolah kedokteran dan tidak praktek...well silakan anda jawab sendiri..

Hujan rintik-rintik menemani perjalanan kami menuju Kantor KKI di Hang Jebat, persis di belakang RSUP Pertamina, tempat dimana almarhum Soeharto pernah dirawat..
Tidak sampai 45 menit STR sudah berada di genggaman..

Lega hati saya...

STR ini mempunyai makna ganda, bagi pasien artinya mereka dilindungi karena dokter yang memeriksa dan memberikan pengobatan telah tercatat dan diakui kompetensinya secara hukum, bagi dokter STR merupakan salah satu prasyarat selain rekomendasi organisasi profesi (Ikatan Dokter Indonesia) untuk bisa mendapatkan Surat Ijin Praktek (SIP)

Jadi..

Perjalanan masih panjang teman, ini belum berakhir..