Senin, Agustus 25, 2008

When You Feel So Small...(Part 1)

Tigabelas Juli duaribu delapan, pukul 6 pagi, saya bersiap berangkat menuju BISUI, sebuah desa berjarak 2 jam perjalanan via laut dari Gane luar, untuk merujuk pasien usus buntu dengan menggunakan bodi batang, sebuah kapal kayu yang panjang yang tidak beratap.

Kami semua bertemu di tepi pantai di dekat Puskesmas Pembantu GaneLuar yang lama.

Tidak biasanya saya tidak menggunakan speed puskesmas karena pada hari itu motoris saya maupun Mantri Acim yang biasa membawa speed sedang berada di Pulau Bacan, pada malam harinya sudah diputuskan untuk membawa pasien ke Bisui untuk mencegat kapal KIRAHA yang menuju ke Pulau Bacan.

Kenapa di Bisui? Karena hanya ada satu dermaga sepanjang kaki Halmahera yang bisa disinggahi kapal besar dan dermaga tersebut ada disana.

Laut sedikit berombak pagi itu..

Pukul 12.00 kami tiba disana. Ternyata perkiraan kami salah, KIRAHA tidak berlabuh di BISUI hari itu karena kematian salah satu ABK-nya dan baru akan bersandar 2 hari lagi.

Pasien saya tidak bisa menunggu…

Diputuskan untuk pulang ke Gane Luar, menunggu keadaan laut tenang, ombak yang tadi pagi semakin ganas, sembari menunggu saya sempatkan mampir ke Puskesmas Bisui dan bertemu senior saya dr. Alivan disana, kami mengobrol cukup lama, hingga jam 3 sore.

Pukul 16.00 kami berangkat dari BISUI, laut hari itu benar-benar sedang tidak bisa diajak kompromi, ombak sangat besar, arus kuat, angin bertiup kencang, diselingi dengan hujan gerimis, pasien saya mengaduh kesakitan karena ombak yang kuat beberapa kali kapal terbanting naikturun, memaksa kami bersandar di Desa Gaimu untuk menunggu laut sedikit tenang…

to be continued..

0 komentar: