Saya tidak terlalu sering menonton film dokumenter kalau menurut saya tidak terlalu menarik, terakhir kali saya menonton An Inconvenient Truth-nya Al Gore bulan november 2007, bulan yang sama saat saya mengambil film ini dari rak film Vertex, Sebuah toko DVD yang cukup ramai di Bandung, waktu itu saya tertarik untuk mengambilnya semata-mata karena melihat director-nya adalah Michael Moore, ini adalah film keduanya yang saya tonton setelah Fahrenheit 9/11.Tiga bulan lamanya saya membiarkan film ini di tumpukan film-film yang lain begitu saja.. memang saya terbiasa untuk membeli beberapa film sekaligus dan menontonnya di kala saya sedang suntuk & membutuhkan hiburan. Begitu juga dengan hari ini, saya akhirnya memutuskan untuk menonton Sicko..
5 menit, 10 menit berlalu..40 menit..
PLAK!! Satu tamparan lagi...
Oh! Ternyata negara sebesar Amerika Serikat, sistem kesehatannya tidak lebih bagus dari negara kita (maaf)..baru sadar saya..
Di film ini Moore bercerita secara runtut tentang sistem kesehatan di Amerika Serikat yang tidak berhasil menyediakan pelayanan kesehatan secara baik dan gratis bagi warga negara mereka sendiri.
Sebagai pembuka ia menceritakan seorang kakek berusia lanjut yang tidak memiliki asuransi kesehatan mengalami kecelakaan kerja sehingga mencederai kedua jari tangannnya, si kakek tidak bisa berbuat banyak ketika dia harus merelakan satu jarinya karena dia hanya sanggup MEMBAYAR biaya operasi untuk satu jarinya..
Miris sekali..
Keadaan juga tidak lebih baik untuk orang-orang yang memiliki asuransi kesehatan, birokrasi yang ribet, keterlambatan pelayanan, dan penolakan klaim dengan alasan tidak masuk akal..
Semata-mata karena uang...
Moore menemukan asal muasal sistem kesehatan yang saat ini berlaku di negaranya, berawal dari dukungan Presiden Nixon untuk suatu organisasi yang bertugas untuk memaintenance kesehatan seluruh warga negara amerika dengan cara mencari keuntungan sebesar-besarnya, dia juga menemukan bahwa Kongres telah ditekan (disuap?) untuk mengorbankan pelayanan kesehatan demi keuntungan perusahaan tertentu..
Sedih memang...
Negara sebesar Amerika Serikat, yang membelanjakan milyaran dollar untuk peralatan perang dan menginvasi irak, tapi tidak mau membelanjakan uangnya demi kesehatan warganya..
"If we can find money to kill people, you can find money to help people"Moore kemudian pergi ke Inggris, Prancis, Kanada bahkan Kuba untuk memperlihatkan bahwa di negara-negara tersebut, pelayanan kesehatan benar-benar FREE and yes it is EXIST! bukan cuma dongeng..
Tony Benn
Di Inggris anda tidak perlu memikirkan uang saat anda pergi ke Rumah sakit, saat ke apotek mengambil obat, karena hanya orang yang bekerja yang terkena charge itupun tarifnya flat berapapun obat yang anda ambil!
Di Perancis, dokter bisa datang kapanpun anda mau, tinggal angkat telepon, mereka akan mendatangi anda dan memberikan obat di tempat dan semuanya gratis!
Michael Moore: What are your other big expenses?Di Kanada, anda tidak akan ditanya apakah anda memiliki asuransi atau tidak, pelayanan tetap dilakukan begitu anda sampai di rumah sakit tanpa harus memikirkan berapa uang yang harus anda keluarkan..
French Housewife: Er, ze fish...
Di Kuba negara yang tidak sekaya Amerika Serikat, tapi harapan hidup orang kuba lebih tinggi 3 tahun dari mereka..
Ada pelajaran yang bisa diambil dari film ini, menciptakan pelayanan kesehatan gratis adalah mungkin, sangat mungkin!
Di Indonesia ada Rumah Zakat Indonesia, mereka berhasil memberikan pelayanan ambulan gratis, rumah bersalin gratis untuk kaum dhuafa.
Jika mereka bisa, kenapa pemerintah kita tidak?




2 komentar:
Gitu ya Dit. I thought USA was a one of good picture of Social-Welfare country
Aku juga mikirnya gitu..
Rencananya Indonesia juga mu mirip-mirip inggris gitu thea, makin banyak masyarakatnya yang sehat, maka dokter yang ngerawatnya dapat pengganti jasanya lebih besar.. jadi ga mikirin ekonomi lagi, tapi kesehatan masyarakatnya yang utama..still long way to go..
Poskan Komentar